Websekolahindonesia.Com

Reference of School Website Developing A to Z

Infoflash

Setelah lebih setahun CMS Balitbang stagnan pada versi 3.5, pertengahan Desember 2012 telah diluncurkan versi terbaru yakni CMS Balitbang versi 3.5.2.  Versi terbaru ini bisa diunduh (download) pada halaman download

Home Articles Misc. Serba-serbi Kurikulum 2013: Nasib Guru TIK
Serba-serbi Kurikulum 2013: Nasib Guru TIK •PDF• •Print• •E-mail•
•Written by Administrator•   
••Wednesday•, 13 •August• 2014 15:00•

Pemberlakuan Kurikulum 2013 sejak tahun lalu untuk sekolah umum, dan sejak tahun ini (2014) bagi madrasah (Madrasah Ibtidaiyah atau MI, Madrasah Tsanawiyah atau MTs, dan Madrasah Aliyah atau MA) telah mengakibatkan berbagai macam konsekuensi atau penyesuaian-penyesuaian. Misalnya: dalam proses belajar mengajar para guru harus membuat format RPP yang baru.  Demikian juga dalam pelaksanaan PBM termasuk cara penilaian harus menyesuaikan dengan tuntutan kurikulum 2013.  Termasuk juga perubahan dalam struktrur kurikulum sejumlah mata pelajaran mengalami penambahan jam per minggu dan mata pelajaran khusus  TIK ditiadakan.

 Lalu bagaimana nasib guru TIK, beberapa bulan lalu hal ini masih tanda tanya.  Sejumlah wacana berkembang yang jelas katanya guru TIK tidak akan dirugikan dengan kebijakan baru ini.  Hal ini kemudian terjawab dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 68 tahun 2014 pada tanggal 2 Juli 2014 tentang: Peran Guru Teknologi Informasi (TIK) dan Komunikasi dan Peran Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) dalam Implementasi Kurikulum 2013.

Dalam pasal 3 dan 4 Permendikbud tersebut disebutkan peran dan kewajiban guru TIK dan KKPI.  Kewajiban guru TIK/KKPI adalah: 
a. membimbing peserta didik SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari , mengolah, menyimpan , me-nyajikan , serta menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran; 
b. memfasilitasi sesama guru SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari , mengolah, menyimpan , me-nyajikan , serta menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pem-belajaran; dan 
c. memfasilitasi tenaga kependidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK. 

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa beban kerja guru TIK/KKPI adalah melakukan pembimbingan paling sedikit 150 peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Guru TIK sebagaimana dimaksud pasal 2 dan telah melaksanakan beban kerja yang dimaksud berhak mendapatkan tunjangan profesi pendidik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Guru TIK (pasal 2) yang diakomodir kepentingannya secara maksimal oleh permendikbud ini adalah guru tik yang latar belakang pendidikannya S1/D IV Teknologi Informasi dan memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TIK dan KKPI sebelum tahun 2015.  Adapun Guru yang mengajar TIK atau KKPI sebelum kurikulum 2013 pada satuan pendidikan jalur pendidikan formal yang tidak memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dalam bidang teknologi informasi , tetapi memiliki sertifikat pendidik dalam bidang TIK atau KKPI yang diperoleh sebelum tahun 2015 tetap dapat melaksanakan tugas sebagai guru TIK sampai dengan 31 Desember 2016 dan untuk itu mereka tetap berhak mendapatkan tunjangan profesi.  Akan tetapi setelah 31 Desember 2016 mereka harus mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan kualifikasi akademiknya dan mereka juga akan disertifikasi sesuai kualifikasi akademiknya paling lambat 31 Desember 2016.

Lalu bagaimana peran dan nasib guru TIK yang sampai 2015 belum sertifikasi? WALLAHU A'LAMCry

•Last Updated on ••Saturday•, 16 •August• 2014 15:53••
 

TRANSLATOR

CHAT WITH WSI